Tuesday, May 8, 2012

Perekonomian Indonesia : Tenaga Kerja


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
            Dampak adanya globalisasi dalam aspek ketenagakerjaan di Indonesia menuntut seorang karyawan untuk tidak hanya berkontribusi lebih bagi perusahaan tetapi juga memiliki jenjang pendidikan yang sesuai. Jenjang pendidikan yang memadai terkadang merupakan syarat mutlak bagi seorang karyawan untuk mampu meningkatkan karirnya secara signifikan, khususnya bagi mereka yang bekerja di perusahaan multinasional.
Di setiap penyelenggaraan bursa lowongan kerja tanah air, pasti selalu dipadati para pencari kerja. Sebagian besar dari mereka adalah lulusan perguruan tinggi dari berbagai Universitas Negeri maupun swasta. Apa yang mereka harapkan tentu saja mereka berharap agar diterima bekerja dan dapat menikmati penghasilan yang layak. Namun sekarang ini terjadi ketidakseimbangan pencari kerja. Akibatnya, meningkatnya angka pengangguranpun tidak dapat dielakkan.Angka pengangguran yang meningkat disimpulkan sebagai kegagalan dalam mengeloki pertumbuhan ekonomi. Padahal keterkaitan antara keduanya cukup komplek.
Penelitian pengangguran di Negara - Negara berkembang seperti Indonesia dalam membangun ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah perubahan masalah yang lebih rumit. Dan lebih serius dari pada yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapat terendah, keadaan di Negara berkembang dalam beberapa dasawarsa menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan.
Kerjasama lebih cepat dari pada pertambahan penduduk yang berlaku, oleh karena itu, masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ketahun makin tambah serius. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain yaitu karena lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.dan juga komptensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Bagi para pencari kerja fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang disebabkan antara lain perusahaan yang menutup atau mengurangi bidang usaha akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Peraturan yang menghambat investasi hambatan yang dalam proses ekspor impor dll.
Penelitian biro pusat statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja, yang mencari pekerjaan atau dapat disebut pengangguran terbuka. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun keatas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaan. Sedangkan yang dimaksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatanya tidak bekerja maupun mencari pekerjaan mereka adalah penduduk dengan kegiatanya seolah, menjerumus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pensiun atau cacat jasmani data yang dikeluarkan oleh badan pusat atau statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah dari pada kenyataan riil yang ada dilapangan.Bisa saja dalam kenyataanya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari pada angka resmi itu.

Rumusan Masalah
1.     Apa saja yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia?
2.     Apakah usaha pemerintah untuk mengurangi permasalahan ketenagakerjaan yang semakin banyak di Indonesia?

Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui penyebab timbulnya permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia.
2.      Untuk mengetahui usaha pemerintah untuk mengurangi permasalahan ketenagakerjaan yang semakin banyak di Indonesia.

PEMBAHASAN

Permasalahan Ketenagakerjaan di Indonesia
Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia meliputi
·         Tingginya angka pengangguran
  • Upah dan gaji kurang layak
  • Minimnya perlindungan hukum bagi pekerja
  • Permasalahan tenaga kerja yang dikirim ke Luar Negeri
  • Pekerja di bawah umur (pekerja anak)
  • Outsourcing
  • Kurangnya kreativitas dan inovasi
  • Faktor ekternal lainnya : krisis ekonomi, sosial, politik

Salah satu permasalahan ketenagakerjaan adalah pengangguran. Pengangguran di Indonesia sekarang ini indentik sekali dengan kemiskinan, itu akibat dari pilihan kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia yang lebih memilih pola konglomerasi dalam permodalan untuk membangun ekonomi nasional yang kurang menyerap tenaga kerja, sementara pemerintah tidak mengembangkan ekonomi kerakyatan yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga tenaga penganggur bisa terserap dari kegiatan ekonomi tersebut.


Kondisi pengangguran di Indonesia diliputi  permasalahan, Permasalahan tersebut antara lain:     
a)  Jumlah penduduk besar
Menurut sensus penduduk  tahun 2000 jumlah penduduk Indoonesia 2006, 3 Juta jiwa Jumlah penduduk yang besar sebisanya di imbangi oleh Kesempatan kerja yang luas Artinya seluruh penduduk dapat bekerja dan Memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya .
      b)  Rasio ketergantungan tinggi
Semakin banyak anggota keluarga yang tidak bekerja, semakin besar Beban tanggungan anggota keluarga yang bekerja. Hal ini tidak menjadi masalah jika pendapatan angota keluarga yang bekerja cukup banyak. namun, tidak semua keluarga di Indonesia hidup berkecukupan, dapat menikmati pendapatanyang tinggi. Angka yang menunjukkan besarnya beban tanggungan dari kelompok usia produktif disebut rasio ketergantungan (Dependecy ratio).
      c)  Persebaran penduduk yang tidak merata.
Tinginya kepadatan  penduduk beberapa kota besar di pulau Jawa ini salah satunya karma adanya urbanisasi yaitu arus perpindahan penduduk dari pedesaan ke daerah perkotaan. Mereka pindah dengan berbagai alasan, kepadatan penduduk juga menyebabkan munculnya pemukiman - pemukiman kumuh didaratan sungai dan sepanjang rel kereta api. Sebaliknya banyak tanah kosong diluar pulau Jawa yang belum di Manfaatkan secara optimal. Bahkan banyak daerah terpencil yang kekurangan tenaga seperti guru, petugas kesehatan, dan petugas pemerintahan. Semua itu membutuhkan kesediaan putra-putra daerah untuk membangun daerahnya sendiri.
d)     Terbatasnya kesempatan kerja
Kesempatan kerja (Employment) adalah banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia untuk angkatan kerja. Semua anggota masyarakat yang sudah dewasa harus mempereoleh kesempatan kerja dan bekerja sesuai bakat keahliannya. Kesempatan kerja ini disediakan oleh rumah tangga, perusahaan, lembaga pemerintah yang memiliki pekerjaan yang belum dikerjakan. Perusahaan mencari tenagakerja dengan berbagai kualifikasi. Banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan tergantung besar kecilnya produksi perusahaan.




Usaha Pemerintah Untuk Mengurangi Permasalahan Ketenagakerjaan
Pemerintah menerapkan pola ekonomi konglomerasi, Tujuannya adalah untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, akan tetapi tidak dibarengi dengan kesiapan infra struktur yang memadai termasuk SDM di dalamnya, dimana sistem pendidikan nasional tidak berorientasi pada kebutuhan tenaga kerja yang siap pakai yang dapat menunjang perekonomian nasional.
Akibatnya, walaupun secara macro pertumbuhan laju ekonomi mengalami peningkatan, akan tetapi pendapatan per kapita penduduk penduduk Indonesia malah menurun ....???, kenapa karena tenaga penganggur jumlah semakin besar dan meningkat setiap tahun..
Secara kwantitatif dapat dilihat penduduk Indonesia, telah lebih banyak yang berkesempatan mengenyam pendidikan formal, tetap saja lapangan kerja tidak terbuka, karena lain kebutuhan lain juga yang diciptakan/diluluskan bukan tenaga kerja sesuai kondisi perekonomian Indonesia. akibatnya pengangguran meningkat setiap tahun, tidak adanya pendapatan yang layak diterima untuk kehidupannya, maka pada akhirnya pertumbuhan kemiskinan merata di seluruh tanah air.

Upaya-upaya untuk mengurangi/mengatasi pengangguran di tanah air antara lain :
1. Memperluas/memperbanyak lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha disektor usaha UKM

2. Industri dan usaha rakyat pada umumnya yang menyerap tenaga kerja besar, wajib diberi kemudahan untuk memperlancar usahanya.

3. Kerja sama dengan Kementerian, BUMN/BUMD, Pemerintah Daerah untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

4. Komersialisasi olahraga agar dapat dijadikan pegangan hidup oleh para atlet sebagai lapangan kerjanya.

5. Instansi terkait harus bisa menpunyai kreativitas tinggi, serta menciptakan tenaga kerja siap pakai dengan profesionalisme tinggi.Dapat dilakukan dengan melaksanakan kegiatan – kegiatan berikut:

a)      Pendirian  tempat latihan kerja,seperti Balai Latihan Kerja (BLK)
Sikap pemerintah pada saat bertambahnya para pengangguran dan Juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya, seharusnya pemerintah membuka kursus untuk keterampilan bagi masyarakat. Salah satunya ada peningkatan peranan Balai Latihan Kerja(BLK)
b)      Mengembangkan Usaha Informasi dan Usaha Kecil
Keterampilan yang disediakan seperti menjahit, bengkel, computer, dan Keterampilan lainnya diperlukan oleh hotel, Perusahaan motor, bahkan instansi pemerintah daerah setempat.
c)      Pembinaan Kewirausahaan
Mutu para lulusan BLK yakni memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama, perusahaan garmen dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja .
d)   Pengiriman Tenaga Kerja Ke Luar Negeri                         
e)   Mengadakan Transmigrasi (Untuk meratakan penduduk)
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
            Dampak adanya globalisasi dalam aspek ketenagakerjaan di Indonesia menuntut seorang karyawan untuk tidak hanya berkontribusi lebih bagi perusahaan tetapi juga memiliki jenjang pendidikan yang sesuai. Jenjang pendidikan yang memadai terkadang merupakan syarat mutlak bagi seorang karyawan untuk mampu meningkatkan karirnya secara signifikan, khususnya bagi mereka yang bekerja di perusahaan multinasional.
Di setiap penyelenggaraan bursa lowongan kerja tanah air, pasti selalu dipadati para pencari kerja. Sebagian besar dari mereka adalah lulusan perguruan tinggi dari berbagai Universitas Negeri maupun swasta. Apa yang mereka harapkan tentu saja mereka berharap agar diterima bekerja dan dapat menikmati penghasilan yang layak. Namun sekarang ini terjadi ketidakseimbangan pencari kerja. Akibatnya, meningkatnya angka pengangguranpun tidak dapat dielakkan.Angka pengangguran yang meningkat disimpulkan sebagai kegagalan dalam mengeloki pertumbuhan ekonomi. Padahal keterkaitan antara keduanya cukup komplek.
Penelitian pengangguran di Negara - Negara berkembang seperti Indonesia dalam membangun ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah perubahan masalah yang lebih rumit. Dan lebih serius dari pada yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapat terendah, keadaan di Negara berkembang dalam beberapa dasawarsa menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan.
Kerjasama lebih cepat dari pada pertambahan penduduk yang berlaku, oleh karena itu, masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ketahun makin tambah serius. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain yaitu karena lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.dan juga komptensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Bagi para pencari kerja fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang disebabkan antara lain perusahaan yang menutup atau mengurangi bidang usaha akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Peraturan yang menghambat investasi hambatan yang dalam proses ekspor impor dll.
Penelitian biro pusat statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja, yang mencari pekerjaan atau dapat disebut pengangguran terbuka. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun keatas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaan. Sedangkan yang dimaksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatanya tidak bekerja maupun mencari pekerjaan mereka adalah penduduk dengan kegiatanya seolah, menjerumus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pensiun atau cacat jasmani data yang dikeluarkan oleh badan pusat atau statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah dari pada kenyataan riil yang ada dilapangan.Bisa saja dalam kenyataanya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari pada angka resmi itu.

Rumusan Masalah
1.     Apa saja yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia?
2.     Apakah usaha pemerintah untuk mengurangi permasalahan ketenagakerjaan yang semakin banyak di Indonesia?

Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui penyebab timbulnya permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia.
2.      Untuk mengetahui usaha pemerintah untuk mengurangi permasalahan ketenagakerjaan yang semakin banyak di Indonesia.

PEMBAHASAN

Permasalahan Ketenagakerjaan di Indonesia
Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia meliputi
·         Tingginya angka pengangguran
  • Upah dan gaji kurang layak
  • Minimnya perlindungan hukum bagi pekerja
  • Permasalahan tenaga kerja yang dikirim ke Luar Negeri
  • Pekerja di bawah umur (pekerja anak)
  • Outsourcing
  • Kurangnya kreativitas dan inovasi
  • Faktor ekternal lainnya : krisis ekonomi, sosial, politik

Salah satu permasalahan ketenagakerjaan adalah pengangguran. Pengangguran di Indonesia sekarang ini indentik sekali dengan kemiskinan, itu akibat dari pilihan kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia yang lebih memilih pola konglomerasi dalam permodalan untuk membangun ekonomi nasional yang kurang menyerap tenaga kerja, sementara pemerintah tidak mengembangkan ekonomi kerakyatan yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga tenaga penganggur bisa terserap dari kegiatan ekonomi tersebut.


Kondisi pengangguran di Indonesia diliputi  permasalahan, Permasalahan tersebut antara lain:     
a)  Jumlah penduduk besar
Menurut sensus penduduk  tahun 2000 jumlah penduduk Indoonesia 2006, 3 Juta jiwa Jumlah penduduk yang besar sebisanya di imbangi oleh Kesempatan kerja yang luas Artinya seluruh penduduk dapat bekerja dan Memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya .
      b)  Rasio ketergantungan tinggi
Semakin banyak anggota keluarga yang tidak bekerja, semakin besar Beban tanggungan anggota keluarga yang bekerja. Hal ini tidak menjadi masalah jika pendapatan angota keluarga yang bekerja cukup banyak. namun, tidak semua keluarga di Indonesia hidup berkecukupan, dapat menikmati pendapatanyang tinggi. Angka yang menunjukkan besarnya beban tanggungan dari kelompok usia produktif disebut rasio ketergantungan (Dependecy ratio).
      c)  Persebaran penduduk yang tidak merata.
Tinginya kepadatan  penduduk beberapa kota besar di pulau Jawa ini salah satunya karma adanya urbanisasi yaitu arus perpindahan penduduk dari pedesaan ke daerah perkotaan. Mereka pindah dengan berbagai alasan, kepadatan penduduk juga menyebabkan munculnya pemukiman - pemukiman kumuh didaratan sungai dan sepanjang rel kereta api. Sebaliknya banyak tanah kosong diluar pulau Jawa yang belum di Manfaatkan secara optimal. Bahkan banyak daerah terpencil yang kekurangan tenaga seperti guru, petugas kesehatan, dan petugas pemerintahan. Semua itu membutuhkan kesediaan putra-putra daerah untuk membangun daerahnya sendiri.
d)     Terbatasnya kesempatan kerja
Kesempatan kerja (Employment) adalah banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia untuk angkatan kerja. Semua anggota masyarakat yang sudah dewasa harus mempereoleh kesempatan kerja dan bekerja sesuai bakat keahliannya. Kesempatan kerja ini disediakan oleh rumah tangga, perusahaan, lembaga pemerintah yang memiliki pekerjaan yang belum dikerjakan. Perusahaan mencari tenagakerja dengan berbagai kualifikasi. Banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan tergantung besar kecilnya produksi perusahaan.




Usaha Pemerintah Untuk Mengurangi Permasalahan Ketenagakerjaan
Pemerintah menerapkan pola ekonomi konglomerasi, Tujuannya adalah untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, akan tetapi tidak dibarengi dengan kesiapan infra struktur yang memadai termasuk SDM di dalamnya, dimana sistem pendidikan nasional tidak berorientasi pada kebutuhan tenaga kerja yang siap pakai yang dapat menunjang perekonomian nasional.
Akibatnya, walaupun secara macro pertumbuhan laju ekonomi mengalami peningkatan, akan tetapi pendapatan per kapita penduduk penduduk Indonesia malah menurun ....???, kenapa karena tenaga penganggur jumlah semakin besar dan meningkat setiap tahun..
Secara kwantitatif dapat dilihat penduduk Indonesia, telah lebih banyak yang berkesempatan mengenyam pendidikan formal, tetap saja lapangan kerja tidak terbuka, karena lain kebutuhan lain juga yang diciptakan/diluluskan bukan tenaga kerja sesuai kondisi perekonomian Indonesia. akibatnya pengangguran meningkat setiap tahun, tidak adanya pendapatan yang layak diterima untuk kehidupannya, maka pada akhirnya pertumbuhan kemiskinan merata di seluruh tanah air.

Upaya-upaya untuk mengurangi/mengatasi pengangguran di tanah air antara lain :
1. Memperluas/memperbanyak lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha disektor usaha UKM

2. Industri dan usaha rakyat pada umumnya yang menyerap tenaga kerja besar, wajib diberi kemudahan untuk memperlancar usahanya.

3. Kerja sama dengan Kementerian, BUMN/BUMD, Pemerintah Daerah untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

4. Komersialisasi olahraga agar dapat dijadikan pegangan hidup oleh para atlet sebagai lapangan kerjanya.

5. Instansi terkait harus bisa menpunyai kreativitas tinggi, serta menciptakan tenaga kerja siap pakai dengan profesionalisme tinggi.Dapat dilakukan dengan melaksanakan kegiatan – kegiatan berikut:

a)      Pendirian  tempat latihan kerja,seperti Balai Latihan Kerja (BLK)
Sikap pemerintah pada saat bertambahnya para pengangguran dan Juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya, seharusnya pemerintah membuka kursus untuk keterampilan bagi masyarakat. Salah satunya ada peningkatan peranan Balai Latihan Kerja(BLK)
b)      Mengembangkan Usaha Informasi dan Usaha Kecil
Keterampilan yang disediakan seperti menjahit, bengkel, computer, dan Keterampilan lainnya diperlukan oleh hotel, Perusahaan motor, bahkan instansi pemerintah daerah setempat.
c)      Pembinaan Kewirausahaan
Mutu para lulusan BLK yakni memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama, perusahaan garmen dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja .
d)   Pengiriman Tenaga Kerja Ke Luar Negeri                         
e)   Mengadakan Transmigrasi (Untuk meratakan penduduk)